Features Title Here. Consectetur adipisicing elit sed

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Dr. A. M. VERES PERSONAL WEB

Featuring...
RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik
RS Internasional Delta Surya Sidoarjo

tips mengatasi demam membandel pada anak

Sabtu, 12 Maret 2011

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh melebihi batas normal sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh apabila diukur dengan thermometer bisa dikatakan demam bila:
  1. Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
  2. Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
  3. Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
  4. Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
  5. Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC
Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.
Penyebab Demam
Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, seperti virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis.
Cara mengatasi demam pada anak
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan para orang tua agar demam pada anak cepat teratasi.
1. Perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
2. Kompres anak dengan air hangat, jangan diberi air dingin, karena bila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh bukannya turun, melainkan tambah panas.
3. Beri obat penurun panas, Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Paracetamol atau ibuprofen, namun untuk pemberian obat ini sebaiknya orang tua harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis obat yang tepat.
4. Istirahatkan anak pada saat demam. Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.
Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya.

7 komentar:

Nano mengatakan...

Blognya Bagus...
Salam kenal Dokter:
Blog Nano Yulianto

Dr. A M Veres mengatakan...

Salam kenal. Mari buat indoneaia lbh baik dengan cara kita sendiri dengan potensi dan kompetensi yang masing2 kita miliki. Piss

TokoMainanDaupaKidz mengatakan...

Informasinya sangat bermanfaat Dokter. Terima Kasih (",)

anak demam mengatakan...

menghadapi aak demam yg baik harusnya seperti DI SINI

yanti sihite mengatakan...

Salam dokter..mau tanya nih dokter,anak saya dari umur 2 tahun sampai sekarang jalan umur 5 tahun langganan sakit demam bahkan sdh 3x mengalami kejang,sejauh ini yg saya perhatikan BAB nya kurang lancar (tdk rutin tiap hari)yg saya mau tanyakan apa mungkin anak saya sering demam diakibatkan gangguan pencernaan ya dok? Klp mnt iya obat demam yg cocok apa ya,thanks bt penjelasannya ya

yanti sihite mengatakan...

Salam dokter..mau tanya nih dokter,anak saya dari umur 2 tahun sampai sekarang jalan umur 5 tahun langganan sakit demam bahkan sdh 3x mengalami kejang,sejauh ini yg saya perhatikan BAB nya kurang lancar (tdk rutin tiap hari)yg saya mau tanyakan apa mungkin anak saya sering demam diakibatkan gangguan pencernaan ya dok? Klp mnt iya obat demam yg cocok apa ya,thanks bt penjelasannya ya

yanti sihite mengatakan...

Salam dokter..mau tanya nih dokter,anak saya dari umur 2 tahun sampai sekarang jalan umur 5 tahun langganan sakit demam bahkan sdh 3x mengalami kejang,sejauh ini yg saya perhatikan BAB nya kurang lancar (tdk rutin tiap hari)yg saya mau tanyakan apa mungkin anak saya sering demam diakibatkan gangguan pencernaan ya dok? Klp mnt iya obat demam yg cocok apa ya,thanks bt penjelasannya ya

Poskan Komentar

MY FAM'S

Ini dia Brader...Keluarga Kecilku....

Veinerist "Vevay" Vitacera Al Verezi

Veinerist "Vevay" Vitacera Al Verezi
My Daughter. Anak pertama saya kelahiran 13 April 2009. namanya mempunyai arti yang dalam buat saya "Keturunan Pertama Pembawa Aura Putih Kehidupan"

Dr. Lia Nurlela Anggraeni

Dr. Lia Nurlela Anggraeni
BELOVED WIFE. Dokter lulusan PMDK Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta lulusan 2008. Penyayang suami anak dan keluarga